
Saya ingin sedikit berbagi cerita dengan kemirisan saya pada dunia kampus dan kemahasiswaan. Dewasa ini kita telah banyak lihat bahwa banyak sekali sarjana-sarjana yang lulus baik dari dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, namun apakah mereka benar-benar layak menyandang gelar sarjana. Bisa dilihat saja sekarang bawasannya banyak sekali mahasiswa-mahasiswa berkulia hanya semata-mata berorientasikan nilai bukan berorientasi untuk mendapatkan ilmu serta menjalankan tridharma perguruan tinggi terutama tridharma perguruan tinggi point ketiga yaitu “pengabdian masyarakat”. Sekarang yang lebih menyedihkannya lagi mahasiswa hanya memikirkan dunia keglamouran saja yang identic dengan dunia gemerlab, dunia shopping, serta dunia narkotika yang menjurus kepada hubungan sex bebas. Bahkan organisasi kemahasiswaan saja sedikit sekali kader-kadernya pada setiap tahunnya, hal demikian terjadi karena mahasiswa pada jaman era globalisasi pada sekarang ini anime terhadap organisasi kemahasiswa itu sangatlah kecil bahkan hamper tidak ada, penuturan ini diperkuat dengan statement salah satu mahasiswa universitas terkemuka di wilayah Kalimantan Timur bawasannya “organisasi kemahasiswaan hanya menghabiskan waktu yang terbuang percuma dan sia-sia saja”, namun berbeda dengan penuturan mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Ekonomi Unuiversitas negeri ternama yang menyatakan bawasannya “Organisasi Kemahasiswaan itu sangat dibutuhkan untuk seorang mahasiswa”. Hal tersebut benar adanya karena ketika kita hanya mengharapkan ilmu yang didapat secara formal akademik maka ilmu tersebut tidak akan cukup sebagai modal hidup kita didunia yang kita tau persaingannya sangat berat. Permasalahan pokok pda pendidikan dunia kampus adalah jarangnya dosen yang masuk serta banyaknya dosen yang tidak benar-benar melakukan tupoksinya. Jadi organisasi kemahasiswaanlah wadah untuk mengmbangkan soft skill untuk untuk menjadikan nilai tambah pada diri kita.
Teringat pesan salah satu senior saya yang mengatakan
“janganlah kamu menjadi mahasiswa yang berorientasikan nilai, karena ketika nilai kamu terpuruk maka terpuruklah kamu pada mimpimu sendiri, dan jadilah mahasiswa yang berorientasikan ilmu, karena ketika kamu mendapat nilai buruk kamu akan terus berjuang untuk menambah ilmu hingga batas maksimal kapasitas yang kamu miliki”
http://www.kompasiana.com/kokohasan
Koko Hasan
Mahasiswa UNMUL FEKON
Posted in: